Museum Gunung Merapi ( Edukasi Dan Konservasi)
Indonesia merupakan negara yang berada di tempat cincin api yang mempunyai lebih dari 450 gunung berapi di mana terdapat 129 gunung berstatus aktif dan tidak menutup kemungkinan Gunung berapi yang berstatus tidak aktif (mati) akan berubah statusnya menjadi aktif ( misal: Sindoro). Jumlah tersebut hampir 13 persen dari total gunung api aktif di dunia. Oleh alasannya yaitu itu, dibutuhkan sebuah upaya mitigasi untuk menekan jumlah korban jiwa saat tragedi melanda. Dan upaya mitigasi tragedi tersebut menjadi tangging jawab kita bersama.
Museum Gunung Merapi didirikan sebagai wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunung api, gempa bumi, dan petaka lainnya. Juga sebagai sebuah wahana wisata lokal gres yang berada dikawasan lereng Merapi,
Museum ini terletak di Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Bangunan museum yang berbentuk limasan segitiga tidak beraturan dibangun sesuai filosofi bangunan Jawa (Yogyakarta) serta wilayah Gunung Merapi yang berwujud kombinasi teknologi dan budaya yang diadaptasi dengan hukum etika (Pakem) mengikuti garis lurus, Terdiri dari gunung Merapi, Tugu Yogyakarta, Kraton Yogyakarta serta bahari selatan.
Memasuki pintu masuk, pengunjung akan dihadapkan pada sebuah miniature Gunung Merapi berukuran besar yang terus menerus mengeluarkan asap dan memuntahkan magma. Tak ketinggalan pula terdengar suara gemuruh yang menggelegar dari gunung tersebut. Selain itu, terdapat tiga tombol yang masing-masing bertuliskantahun 1969, 1994, dan 2006. Jika Anda memencet salah satu tombol, maka secara otomatis sebaran anutan magma akan berubah sesuai dengan peristiwa yang terjadi pada tahun tersebut.
Selanjutnya memasuki zona dunia gunung api. Di zona ini terdapat banyak sekali foto dokumentasi dan alat peraga ihwal fenomena kegunungapian yang ada di seluruh dunia. Foto-foto dan alat peraga tersebut disajikan lengkap dengan keterangan dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Selanjutnya menuju zona khusus Gunung Merapi. Menyajikan gosip eksklusif ihwal Gunung Merapi. Mulai dari fenomena pertumbuhan kubah Gunung Merapi, mitos seputar Gunung Merapi, pos pengamatan Gunung Merapi dari kala Belanda sampai kala modern, dan masih banyak lagi. Semua disajikan dalam gambar dan foto yang menarik. Tak hanya itu, di zonatersebut juga ditunjukkan bagaimana caranya menyelamatkan diri dari ancaman ancaman gunung api yang meletus.
Dan satu hal lagi yang semakin menarik, bahwa sesudah erupsi merapi tahun 2010 lalu, Museum merapi mempunyai pemanis koleksi baru, yaitu 2 (dua) buku tamu mbah Maridjan , dan kopian layang kekancingan dari pihak Kraton kepada Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi.
Bahkan yang belum banyak diketahui bahwa wisatawan yang berkunjung ke museum ini juga sekaligus sanggup menikmati dan melihat secara langsung panorama gunung Merapi, tepatnya di lantai dua sebelah belakang. Bahkan ditempat tersebut juga disediakan teropong bagi wisatawan yang ingin memanfaatkannya.
Bagaimana?? Tertarik??




